26
Okt
10

Operasi mengembalikan keperawanan diburu wanita Arab

PARIS – Para perempuan muda keturunan Arab itu menunggu di sebuah klinik untuk melakukan operasi, yang tidak hanya akan mengubah hidup mereka, tapi juga dapat menyelamatkannya dari aib sosial.

Operasi itu hanya satu pilihan dan bukan kebutuhan yang bisa membahayakan nyawa pasien jika tidak dilakukannya. Dalam operasi ini, para perempuan ingin mengembalikan lagi keperawanannya. Ongkosnya sekitar 2.000 euro atau Rp24 juta dan risikonya sangat kecil. Anehnya, klinik itu tidak berada di Dubai atau Kairo, tapi di Paris. Baik di Asia atau dunia Arab, perempuan dapat menghadapi penderitaan jika melawan tabu terbesar, kehilangan keperawanan sebelum menikah.

Perempuan di sana, jika melakukan hubungan seksual di luar nikah dan ketahuan sudah kehilangan keperawanan, dapat dikucilkan dari komunitas mereka, bahkan bisa saja dibunuh. Salah satu pasien operasi mengembalikan keperawanan itu adalah Sonia. Dia ingin mengoperasi selaput daranya. Sebelum mengetahui ada tempat operasi selaput dara, dia sempat berpikir akan bunuh diri setelah terjebak dalam hubungan seks untuk pertama kalinya, di luar ikatan pernikahan.

Dia kini ingin menjamin calon suaminya bahwa darah akan keluar ketika malam pertama mereka. “Saya berpikir akan bunuh diri ketika pertama kali berhubungan badan karena saya tidak menemukan solusi lain,” ujarnya. Hingga dia menemukan sebuah tempat operasi selaput dara. “Saya pikir ini ranah pribadi saya. Saya tidak akan menceritakan kepada siapa pun,” ujarnya. Adanya tekanan bahwa keperawanan adalah segala-segalanya bagi perempuan di Asia dan dunia Arab, menjadikan beban bagi mereka.

Ditambah lagi adanya tekanan sosial yang mengharuskan perempuan menikah dalam kondisi perawan, perilaku mereka harus benar-benar terjaga. Sonia tidak mau menjelaskan detail kejadian dalam kehidupannya hingga keperawanannya hilang. Yang jelas, dia adalah mahasiswa yang belajar seni di sebuah kampus di Paris. Meski lahir di Paris,budaya dan tradisi Arab masih kental dalam kehidupan Sonia karena orang tuanya keturunan Arab.

Dia pun hidup dalam komunitas Arab yang sangat memegang teguh tradisi. Sama seperti Sonia, Nada menghadapi masalah serupa. Hanya saja, Nada tinggal di Lebanon. Dia jatuh cinta, berhubungan seksual, dan kehilangan keperawanan. “Saya takut keluarga besar akan mengetahui hubungan gelap ini. Saya takut mereka akan membunuh saya,” ujarnya. Setelah tujuh tahun berhubungan dengan sang pacar, keluarga pihak lelaki memintanya untuk menikahi perempuan lain. Nada pun gusar.

Nada kini berusia 40 tahun dan menemukan operasi selaput dara enam tahun lalu. Setelah melakukan operasi, dia menikah dan kini memiliki dua anak. “Malam pertama pernikahan, saya stres. Saya tidak bisa tidur semalaman. Saya siap menyembunyikan itu hingga mati. Hanya Tuhan dan saya yang mengetahuinya,” ujarnya. Menurut sang dokter, Abecassis melakukan operasi selaput darah atau hymenoplasty sebanyak dua atau tiga kali sepekan. Operasi itu hanya berlangsung 30 menit.

Dia menuturkan, rata-rata usia pasien berkisar 25 tahun dan datang dari beragam latar belakang sosial. Dia mengaku, banyak perempuan yang membutuhkannya karena memerlukan sertifikat keperawanan sebagai syarat untuk menikah. “Perempuan bisa dalam kondisi bahaya jika kehilangan keperawanan. Itu masalah yang penting dalam tradisi dan keluarga. Saya percaya, kita sebagai dokter tidak memiliki hak untuk menghakiminya,” ujar dokter Abecassis.

Sebuah perusahaan China menjual selaput dara palsu dengan harga 23 euro atau Rp276.000. Selaput dara buatan China itu elastis dan berisi darah. Di Mesir, alat tersebut dilarang peredarannya karena dianggap menimbulkan kerusakan moral.

sumber : detik.com


1 Response to “Operasi mengembalikan keperawanan diburu wanita Arab”


  1. Agustus 13, 2011 pukul 11:23 pm

    aya-aya wae…warga dunia memang udah pada edan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

total pengunjung


%d blogger menyukai ini: